Jumat, 30 November 2012

Sejarah Perkembangan Media


Sejarah Perkembangan Media

        Pada mulanya media hanya dianggap sebagai alat bantu mengajar (teaching aids). Alat bantu yang dipakai adalah alat bantu visual, misalnya model, objek dan alat-alat lain yang dapat memberikan pengalaman kongkrit, motivasi belajar serta mempertinggi daya serap atau retensi belajar. Namun karena terlalu memusatkan perhatian pada alat Bantu visual kurang memperhatikan aspek disain, pengembangan pembelajaran (instruction) produksi dan evaluasinya. Jadi, dengan masuknya pengaruh teknologi audio pada sekitar abad ke-20, alat visual untuk mengkongkritkan ajaran ini dilengkapi dengan alat audio sehingga kita kenal dengan audio visual atau audio visual aids (AVA) . Bermacam peralatan dapat digunakan oleh guru untuk menyampaikan pesan ajaran kepada siswa melalui penglihatan dan pendengaran untuk menghindari verbalisme yang masih mengkin terjadi kalau hanya digunakan alat bantu visual semata. Untuk memahami peranan media dalam proses mendapatkan pengalaman belajar bagi siswa, Edgar Dale melukiskannya dalam sebuah kerucut yang kemudian dinamakan Kerucut Pengalaman Edgar Dale (Edgar Dale cone of experience).
 Kerucut pengalaman ini dianut secara luas untuk menentukan alat bantu atau media apa yang sesuai agar siswa memperoleh pengalaman belajar secara mudah. Kerucut pengalaman yang dikemukakan oleh Edgar Dale itu memberikan gambaran bahwa pengalaman belajar yang diperoleh siswa dapat melalui proses perbuatan atau mengalami sendiri apa yang dipelajari, proses mengamati, dan mendengarkan melalui media tertentu dan proses mendengarkan melalui bahasa. Semakin konkret siswa mempelajari bahan pengajaran, contohnya melalui pengalaman langsung, maka semakin banyak pengalaman yang diperolehnya. Sebaliknya semakin abstrak siswa memperoleh pengalaman, contohnya hanya mengandalkan bahasa verbal, maka semakin sedikit pengalaman yang akan diperoleh siswa .
 Edgar Dale memandang bahwa nilai media pembelajaran diklasifikasikan berdasarkan nilai pengalaman. Menurutnya, pengalaman itu mempunyai dua belas (12) tingkatan. Tingkatan yang paling tinggi adalah pengalaman yang paling konkret. Sedangkan yang paling rendah adalah yang paling abstrak, diantaranya :
v  Direct Purposeful Experiences : Pengalaman yang diperoleh dari kontak langsung dengan lingkungan, obyek, binatang, manusia, dan sebagainya, dengan cara perbuatan langsung
v  Contrived Experiences : Pengalaman yang diperoleh dari kontak melalui model, benda tiruan, atau simulasi.
v   Dramatized Experiences : Pengalaman yang diperoleh melalui prmainan, sandiwara boneka, permainan peran, drama soial
v  Demonstration : Pengalaman yang idperoleh dari pertunjukan
v  Study Trips : Pengalaman yang diperoleh melalui karya wisata
v  Exhibition : Pengalaman yang diperoleh melalui pameran
v  Educational Television : Pengalaman yang diperoleh melalui televisi pendidikan
v  Motion Pictures : Pengalaman yang diperoleh melalui gambar, film hidup, bioskop
v  Still Pictures : Pengalaman yang diperoleh melalui gambar mati, slide, fotografi
v  Radio and Recording : Pengalaman yang diperoleh melalui siaran radio atau rekaman suara
v  Visual Symbol : Pengalaman yang diperoleh melalui simbol yang dapat dilihat seperti grafik, bagan, diagram
v  Verbal Symbol : Pengalaman yang diperoleh melalui penuturan kata-kata.
Pada akhir tahun 1950 teori komunikasi mulai mempengaruhi penggunaan alat bantu audio visual, yang berguna sebagai penyalur pesan atau informasi belajar. Pada tahun 1960-1965 orang-orang mulai memperhatikan siswa sebagai komponen yang penting dalam proses belajar mengajar. Pada saat itu teori tingkah-laku (behaviorism theory) dari B.F Skinner mulai mempengaruhi penggunaan media dalam pembelajaran. Dalam teorinya, mendidik adalah mengubah tingkah-laku siswa. Teori ini membantu dan mendorong diciptakannya media yang dapat mengubah tingkah-laku siswa sebagai hasil proses pembelajaran.

 Pada tahun 1965-1970 , pendekatan system (system approach) mulai menampakkan pengaruhnya dalam kegiatan pendidikan dan kegiatan pembelajaran. Pendekatan system ini mendorong digunakannya media sebagai bagian integral dalam proses pembelajaran. Setiap program pembelajaran harus direncanakan secara sistematis dengan memusatkan perhatian pada siswa. Ada dua ciri pendekatan sistem pengajraan, yaitu sebagai berikut :
v  Pendekatan sistem pengajaran mengarah ke proses belajar mengajar. Proses belajar-mengajat adalah suatu penataan yang memungkinkan guru dan siswa berinteraksi satu sama lain.
v  Penggunaan metode khusus untk mendesain sistem pengajaran yang terdiri atas prosedur sistemik perencanaan, perancangan, pelaksanaan, dan penilaian keseluruhan proses belajar-mengajar
Program pembelajaran direncanakan berdasarkan kebutuhan dan karakteristik siswa diarahkan kepada perubahan tingkah laku siswa sesuai dengan tujuan yang dicapai. Pada dasarnya pendidik dan ahli visual menyambut baik perubahan ini. Sehingga untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut, mulai dipakai berbagai format media. Dari pengalaman mereka, guru mulai belajar bahwa cara belajar siswa itu berbeda-beda, sebagian ada yang lebih cepat belajar melalui media visual, sebagian audio, media cetak, dan sebagainya. Sehingga dari sinilah lahir konsep media pembelajaran.

fakta wanita






1 Wanita adalah makhluk yang senang sekali “jajan”.
Sebab, dalam anggapan mereka, toko, warung, mall, supermarket, atau pasar adalah tempat dimana mereka seolah merasa terkontrol [padahal buktinya mereka sangat “lost control” di tempat itu].

2. Wanita sangat menyukai segala hal yang bersifat “tawar-menawar”.
Jadi, pertanyaan tentang ‘apakah itu dibutuhkan’ tidaklah relevan. Bagi mereka, segala sesuatu yang dijual dan ditawarkan ibarat sebuah permainan yang mengasyikkan. Tapi ada gunanya juga kalo kita [cowok] pengen beli sesuatu bisa minta wanita buat tawar menawar harga.

3. Wanita pada dasarnya tidak punya sesuatu untuk dipakai.
Jadi, jangan bertanya tentang rak baju di dalam kloset, kamu “hanya harus tidak mengerti kenapa”.

4. Wanita butuh menangis.
Dan mereka tidak akan menangis kecuali mereka tahu bahwa kamu bisa mendengarnya.

5. Wanita akan selalu bertanya.
Tentang sesuatu yang tidak mempunyai jawaban pasti. Ini adalah upaya mereka untuk membuatmu merasa bersalah.

6. Wanita butuh berbicara.
Jadi, mereka akan selalu ngobrol, ngomong, karena berdiam diri atau menutup mulut sangat menyiksa bagi mereka, walaupun mereka sebenarnya tidak ada yang ingin dibicarakan.

7. Wanita butuh untuk merasa bahwa ada orang lain yang lebih ‘buruk’ dari mereka.
Itu sebabnya kenapa acara-acara seperti Oprah Winfrey Show sangat sukses.

8. Wanita tidak menginginkan seks sebesar keinginan laki-laki.
Ini dikarenakan seks lebih bersifat fisik bagi laki-laki, dan bersifat emosional bagi mereka. Jadi, hanya dengan mengetahui bahwa laki-laki menginginkan seks dengan mereka, kebutuhan atau hasrat seksual mereka sudah terpenuhi.

9. Wanita tidak menyukai serangga.
Bahkan perempuan terkuat pun selalu membutuhkan laki-laki di samping mereka jika ada serangga yang muncul.

10. Wanita tidak bisa menjaga rahasia.
Sebab, itu seolah mengerat mereka dari dalam. Imbasnya, mereka merasa bahwa bukanlah sebuah ‘dosa’ bila membicarakan rahasia tersebut kepada satu atau dua orang.

11. Wanita selalu ingin tampil berkelompok di depan umum.
Karena ini memberikan mereka kesempatan untuk menggosip.

12. Wanita tidak pernah tahan untuk tidak menjawab telpon, apapun yang sedang mereka lakukan.
Sebab mereka menganggap telpon itu sebagai pengumuman lotre, dan mereka adalah pemenangnya.

13. Perempuan tidak pernah mengerti kenapa laki-laki menyukai mainan.
Sedangkan laki-laki sangat paham bahwa mereka tidak membutuhkan ‘mainan’ lain bila perempuan punya tombol ‘on/off’.

14. Wanita akan berpikir bahwa semua rasa ‘bir’ itu sama.

15. Wanita akan menyimpan tiga jenis shampo yang berbeda dan dua jenis kondisioner di kamar mandi mereka.

16. Setelah Wanita mandi, jangan heran bila kamar mandi akan berbau seperti ‘hutan tropis’.

17. Wanita tidak mengerti ‘daya tarik’ olahraga.
Laki-laki akan mencari hiburan sebagai kesempatan untuk lari dari kenyataan. Sedangkan Wanita mencari hiburan untuk mengingatkan mereka bagaimana ’segala sesuatu’ bisa berbahaya.

18. Bila laki-laki pergi untuk 7 hari perjalanan, maka mereka akan membawa pakaian untuk lima hari dan akan memakai pakaian yang sama untuk beberapa hari. Tapi bila Wanita pergi untuk 7 hari perjalanan, maka mereka akan membawa pakaian untuk 21 hari. Ini karena mereka tidak tahu yang akan mereka rasakan apa yang mereka pakai setiap harinya.

19. Wanita akan merapikan rambut mereka bila mau tidur.

20. Perhatikan bagaimana Wanita makan es krim, maka kamu akan tahu bagaimana mereka di tempat tidur.

21. Wanita akan digaji (dibayar) lebih murah dibandingkan laki-laki, kecuali dalam dunia model.

22. Wanita tidak pernah ’salah’.
Dan meminta maaf adalah tugas laki-laki. Hmm…siapa sebenarnya yang merayu Adam memakan buah apel…?

23. Wanita tidak tahu apapun soal mobil, kecuali dibutuhkan pabrik mobil untuk iklan.

24. Wanita punya tempat tidur yang lebih baik dan tertata dibandingkan laki-laki.
Sebab mereka berpikir, dalam mimpi pun mereka akan dipuja.

25. Jumlah rata-rata barang di kamar mandi Wanita adalah 437.
Laki-laki tidak akan dapat mengerti brang-barang tersebut.

26. Wanita akan bilang bahwa mereka menyukai binatang yang lucuseperti kucing.
Laki-laki juga berkata yang sama, tapi bila tidak berada di depan Wanita, ia akan menendangnya. [Point yang satu ini kok jadi seperti fakta tentang lelaki? he he he...]

27. Wanita sangat suka berbicara di telepon.
Mereka bisa menginap di tempat teman selama dua minggu, lalu ketika kembali ke rumah, mereka akan menelpon teman tersebut selama 3 jam.

28. Wanita akan merapikan stelan mereka (bersolek) bila mau keluar untuk berbelanja, menyiram tanaman, membersihkan garasi, menjawab telpon, membaca buku, atau bahkan membuka surat.



lelucon ^^


 tujuan mencegah perang !
Bu Guru: Anak-anak, Kenapa kita harus mencegah terjadinya perang?!
Murid : Biar tidak makin banyak nama-nama pahlawan yang harus kita hapal Bu.
 Bu Guru:x_x *&$?

cari burung
Suatu hari seorang anak kecil masuk ke sebuah toko burung. Setengah jam anak itu ngeliatin berbagai burung yang ada.
Penjual Burung : “Dek.. dari tadi liat-liat, emang lagi nyari burung apa?”
 Anak Kecil : “Em, Angry Bird ada gak om?”
Penjual Burung : ****** -_- *******